-Denny Moenek, Jr.-
I. MEMBANGUN HUBUNGAN.
Salah seorang yang mampu berhubungan baik secara individual maupun dengan sekelompok orang adalah Ir. Soekarno. Kemampuannya untuk mengembangkan simpati pada sekelompok pendengar tercermin dalam julukannya sebagai presiden: Komunikator Ulung. Namun ia juga memiliki kemampuan untuk menyentuh hati individu-individu yang dekat dengannya. Anda tidak membutuhkan kharisma seperti Ir. Soekarno untuk dapat berhubungan dengan orang lain. Terkadang, Anda akan menemukan kemampuan untuk berhubungan dengan orang lain ditempat yang paling tidak Anda duga. Kunci untuk menjalin hubungan dengan orang lain adalah fokuskan perhatian untuk berbicara kepada satu orang, menganggap orang lain penting, jangan berpikiran negatif, menjadi pendengar yang baik, menganggap orang lain penting dan jangan menganggap orang lain bodoh, harus berhubungan secara individual dengan orang lain dan hidup dalam kasih, dianggap sebagai ”kawan” bukan ”lawan”. Mengingat pentingnya hubungan yang efektif, berikut 6 tips yang bisa membantu Anda:
1. Bring suggested solutions with the problems to the meeting table. Banyak orang menghabiskan sebagian besar waktu mereka untuk mengindetifikasi masalah-masalah. Anda bisa datang dengan solusi-solusi yang cemerlang untuk mendapatkan perhatian orang lain.
2. Don’t ever play the blame game. Hindari sejauh mungkin kecenderungan untuk terlalu mudah menudingkan jari ke arah orang lain, menyalahkan orang lain.
3. Your verbal and nonverbal communication matters. Bicara keras, berteriak atau bahkan membentak mungkin memang cukup efektif membuat suara Anda menggema ke seluruh ruangan, sehingga semua orang mendengar.
4. Never blind side a coworker, boss, or reporting staff person. Selalu diskusikan masalah. Membicarakan masalah seseorang dengan orang lain akan membuat Anda tidak dipercaya oleh teman Anda.
5. Share credit for accomplishments, ideas, and contributions. Seberapa sering Anda berhasil menyelesaikan pekerjaan tertentu tanpa bantuan orang lain? Luangkan waktu dan perhatian khusus untuk mengucapkan terimakasih, bersikap menghargai dan mengakui orang-orang yang membantu Anda mencapai tujuan.
6. Help other employees find their greatness. Setiap orang memiliki bakat, keterampilan dan pengalaman. Jika Anda bisa membantu orang lain menemukan apa yang terbaik dari dirinya, dan satu sama lain melakukan hal yang sama, bayangkan betapa besar dampaknya bagi kemajuan sebuah hubungan.
II. MEMBANGUN KEPERCAYAAN.
”Membangun Jembatan” hanya mungkin dengan ”Membangun Kepercayaan”. Trust building. Dan ”membangun kepercayaan” hanya dapat terjadi dengan memberi ”kesan yang baik”. Kalau pun yang Anda hadapi adalah orang yang ”menyebalkan”, paling sedikit berusahalah agar Anda tidak ”menyebalkan” bagi mereka.
Tentu ada tak terhitung alasan mengapa kepercayaan itu penting bagi kita. Dalam kaitannya dengan dunia kerja atau usaha, saya hanya ingin menegaskan dua hal dari sekian itu, dengan kalimat seperti berikut: 1) Kepercayaan adalah kekuatan “daya tarik” yang luar biasa untuk mengundang peluang ber-transaksi. Dipercaya itu nilainya lebih besar ketimbang dicintai; 2) Kepercayaan akan mampu mengurangi sekian persen potensi problem dalam hubungan antar manusia; 3) Jangan malas atau ogah-ogahan (low cmmitment); 4) Memiliki keahlian yang memadai; 5) Tidak melanggar norma-norma kebenaran. Hal diatas jika dilanggar, maka akan merusak kepercayaan orang terhadap kita.
Dengan demikian kita bisa mulai belajar membangun hubungan, menciptakan kepercayaan dengan orang lain dengan tujuan Pekabaran Injil, membuat orang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar