Apa kata dunia kalau kita bercerai? Mencari sebuah persatuan tidak sesulit dengan ”mencari ketiak ular”. Mencari kata bercerai sangat gampang, tidak sesulit mencari jarum dalam tumpukan jerami.
Dalam setiap buku lagu rohani Kristen sering kita temui lagu yang diambil dari Mazmur 133:1-3. lagu ini sudah sering kita dengan juga dalam hampir setiap persekutuan-persekutuan yang ada. Namun tahukah kita kalau lagu ini mempunyai arti yang lebih dari hanya sebuah lagu atau sebuah syair. Mari coba kita teliti apa sebenarnya makna dalam lagu ini.
”Nyanyian ziarah Daud. Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun! Seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut, yang meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya. Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion. Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya.”
Mazmur133: 1-3
Dari syair ini mengajarkan kepada kita pada suatu situasi, yaitu kerukunan. Mungkin saat ini kita sudah mulai bosan dengan kata rukun dan bersatu. Dari jaman peperangan dulu sampai sekarang kita sudah mendengar tentang rukun dan bersatu. Kita sendiri sudah diajarkan sejak masih kecil. Harus rukun dan damai! Itu sering dan selalu kita dengar dari guru, hamba tuhan, orang tua dan teman. Yang menjadi permasalahannya adalah apakah kita sudah mengerti dan paham tentang pengajaran ini? Kalau kita mengingat cerita tentang Raja Hizkia (2 Tawarikh 30). Raja Hizkia mengirim pesan kepada seluruh Israel dan Yehuda. Ia menulis surat kepada Efraim dan Manasye supaya mereka datang merayakan Paskah bagi Tuhan bersama-sama di Yerusalem. Harap diingat yang ia undang ini adalah rakyat dari Kerajaan Israel, yang pada waktu itu sudah terpecah dari Kerajaan yang ia pimpin, yaitu Kerajaan Yehuda. Ini satu cara dari Raja Hizkia yang menginginkan semua umat pilihan Tuhan, bersatu, menyembah Tuhan dan merayakan Paskah dengan hati yang benar.
Tuhan Yesus juga dalam karya penebusannya, Dia rela mati di kayu salib hanya untuk menebus dosa manusia, mendamaikan dan mempersatukan manusia kembali dengan Allah. Dosa kita telah terampuni, kalau kita sudah diampuni, maukah kita juga mengampuni orang-orang, terutama sesama anak Tuhan, yang telah menyalahi kita? Oleh karena kita semua telah ditebus dan dengan sikap yang benar dan mengampuni, maka mulai ada persatuan antar umat percaya yang lebih erat dan rukun lagi di mata Tuhan.
Kita sekalian tidak saja perlu persatuan hati antar sesama, anggota gereja ataupun antar sinode. Bagaimana dengan kerukunan dan persatuan yang paling mendasar antara anggota keluarga kita. Tak peduli apakah kita mempunyai keluarga yang bermasalah maupun keluarga yang harmonis, kita semua butuh Tuhan Yesus untuk lebih mempersatukan keluarga kita, kita butuh pemulihan yang sempurna. Mungkin ada luka hati, mungkin ada dendam, sakit hati, bahkan mimpi buruk yang belum terlupakan karena masalah keluarga kita. Hanya Tuhan Yesus yang bisa pulihkan!
Mazmur 133 berfirman bahwa kerukunan dan persatuan, itu seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut, yang meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya. Ini berbicara tentang urapan dari Kepala, yaitu Tuhan Yesus, yang memberi kita kuasa dalam pelayanan kita sekalian. Dan juga akan mengalir seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion. Ini berbicara tentang hidup yang subur akibat turunnya embun yang dari surga, ke hidup pribadi kita sekalian. Dikatakan, ke sanalah juga Tuhan akan memerintahkan berkat. Kita semua mau berkat bukan? Kita semua tentunya mau urapan, hidup yang subur dan penuh berkat. Maka marilah kita mengundang Tuhan untuk terus memulihkan kita dari segala perpecahan di dalam hidup ini.
Tuhan akan dan sedang memulai suatu karya yang luar biasa di antara dan melalui hidup kita sekalian. Bahkan, Ia akan memulihkan dan menyempurnakan kehidupan kita. Tuhan memberkati anda sekalian dan biarlah damai sejahtera, yang dari Tuhan Yesus sendiri, yang tak pernah kita bayangkan atau berani impikan, biarlah itu datang menyelimuti hidup kita sekalian mulai dari sekarang ini sampai dengan selama-lamanya. Amin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar