Sabtu, 31 Januari 2009

Surat Kasih Sayang Dari Hati Bapa Surgawi

Ia mengasihi engkau, Dialah Bapa Surgawi yang engkau cari selama ini

AnakKu.......

Engkau mungkin tidak mengenal Aku, tetapi Aku mengenal segala sesuatu tentang dirimu (Maz. 139:1)

Aku tahu kalau engkau duduk atau berdiri (Maz. 139:2)

Aku mengerti segala jalanmu (Maz. 139:3)

Setiap helai rambut kepalamu, terhitung semua (Mat. 10:29-31)

Karena engkau diciptakan dalam gambar dan rupaKu (Kej. 1:26-27)

Di dalamKu engkau hidup, engkau bergerak dan engkau ada (Kis. 17:28)

Sebab engkau ini adalah keturunanKu (Kis. 17:28)

Aku mengenal engkau sejak sebelum engkau ada dalam kandungan (Yer. 1:4-5)

Aku memilih engkau dari semula sebelum Aku menciptakan segalanya (Ef. 1:11-12)

Engkau ada bukan karena suatu kesalahan, karena hari-harimu ada tertulis dalam kitabKu (Maz. 139:15-16)

Aku telah menentukan waktu yang tepat untuk kelahiran dan di mana engkau akan hidup (Kis. 17:26)

Kejadianmu dahsyat dan ajaib
(Kis. 139:14)

Karena Aku menenun engkau dalam kandungan ibumu (Maz. 139:13)

Dan mengeluarkan engkau pada hari engkau dilahirkan (Maz 71:6)

Seringkali Aku tidak dipahami oleh mereka yang tidak mengenal Aku (Yoh. 8:41-44)

Aku tidak berada di tempat jauh dan murka, tetapi Aku adalah kasih yang sempurna (1 Yoh. 4:16)

Dan adalah kerinduanKu untuk mengaruhiakan kasihKu untukmu (1 Yoh 3:1)

Semua itu karena engkau adalah anakKu dan Aku adalah Bapamu (1 Yoh. 3:1)

Aku memberikan lebih dari yang dapat diberikan bapamu yang di dunia (Mat. 7:11)

Karena Akulah Bapamu yang di Surga yang adalah sempurna (Mat. 5:48)

Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna engkau terima dari tanganKu (Yak. 1:17)

Karena Akulah pemeliharamu dan Aku memberi semua yang engkau perlukan (Mat. 6:31-33)

RancanganKu yang diberikan kepadamu adalah hari depan yang penuh harapan (Yer. 29:11)

Karena Aku mengasihi engkau dengan Kasih yang kekal (Yer. 31:3)

PikiranKu terhadap engkau tidak terhitung seperti pasir di tepi pantai (Maz 139:17-18)

Dan Aku bergirang karena engkau dengan sukacita dan sorak sorai (Zef. 3:17)

Aku tidak pernah berhenti berbuat baik kepadamu (Yer. 32:40)

Karena engkaulah harta kesayanganKu (Kel. 19:5)

Aku merindukan untuk mengokohkan engkau dengan segenap hatiKu dan jiwaKu (Yer. 32:41)

Aku akan menunjukkan kepadamu hal-hal yang besar dan yang ajaib (Yer. 33:3)

Jika engkau mencari Aku, dengan segenap hatimu, engkau akan menemukan Aku (Ul. 4:29)

Bergembiralah karena Aku, maka Aku akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu (Maz. 37:4)

Karena Akulah yang mengerjakan di dalammu kemauan itu (Fil. 2:13)

Aku dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang engkau pikirkan (Ef. 3:20)

Karena Akulah yang menganugerahkan penghiburan abadi kepadamu
(2 Tes. 2:16-17)

Akulah juga Bapa yang menghiburmu dalam segala penderitaanmu
(2 Kor. 1:3-4)

Ketika engkau patah hati, Aku berada dekat kepadamu (Maz. 34:19)

Seperti seorang gembala mengembalakan dombanya, Aku membawa engkau dekat ke hatiKu (Yes. 40:11)

Suatu hari Aku akan menghapus semua air mata dari matamu (Wah. 21:3-4)

Dan Aku akan mengangkat semua kesusahan yang engkau derita di atas bumi (Wah. 21:3-4)

Akulah Bapamu, dan Aku mengasihi engkau seperti Aku mengasihi PutraKu Yesus (Yoh. 17:23)

Karena di dalam Yesus, KasihKu kepadamu dinyatakan (Yoh. 17:26)

Dialah gambar wujud dari keberadaanKu (Ibrani 1:3)

Ia datang untuk menyatakan bahwa Aku dipihakmu, dan bukan untuk melawanmu (Roma 8:31)

Dan untuk memberitahumu bahwa Aku tidak memperhitungkan pelanggaranmu (2 Kor. 5:18-19)

Yesus mati supaya engkau dan Aku diperdamaikan (2 Kor. 5:18-19)

KematianNya adalah pernyataan terbesar dari kasihKu untukmu (1 Yoh. 4:10)

Aku menyerahkan semua yang Aku sayangi supaya Aku mendapatkan kasihmu (Roma 8:31-32)

Jika engkau menerima anugerah AnakKu Yesus, engkau juga menerima Aku (1 Yoh. 2:23)

Dan tidak ada lagi yang akan memisahkan engkau dari kasihKu (Roma 8:38-39)

Kembalilah dan aku akan mengadakan pesta terbesar yang pernah ada di Surga (Lukas 15:7)

Selamanya Aku adalah Bapa, dan selamanya Aku tetaplah Bapa (Ef. 3:14-15)

PertanyaanKu adalah....Maukah engkau menjadi anakKu? (Yoh. 1:12-13)

Aku menanti-nanti untukmu
(Luk. 15:11-32)

KasihKu untukmu, Bapamu, Allah yang Maha Kuasa

Written by Barry Adams. Copyright 1999

Experience the love you have been looking for all your life

(Intended for personal use)

www.fathersloveletter.com

Minggu, 02 November 2008

Mengatasi Rambut/Bulu Rontok Pada Hewan Kesayangan

Rambut-rambut menempel di sofa dan baju sepertinya sudah merupakan hal yang biasa bagi pemilik kesayangan, tapi sekarang kok, rambut yang rontok sepertinya semakin banyak. Ada rasa ketakutan hewan kesayangan anda sedang sakit atau ketakutan rambut hewan anda tak setebal dan seindah dulu lagi.

Masalah kerontokan rambut merupakan masalah yang sering menyerang kucing atau kucing, apalagi yang berrambut panjang. Mengatasi masalah ini gampang-gampang susah karena penyebabnya yang banyak.

Sebenarnya ada banyak penyebab bulu rontok pada kucing, seperti di bawah ini :

· Rontok normal :

Umumnya anjing atau kucing mengalami kerontokan rambut setidaknya sekali setahun yang kemudian diikuti pertumbuhan rambut baru. Beberapa kucing mengalami kerontokan 2 atau beberapa kali setahun dengan jumlah yang tidak terlalu banyak. Kerontokan yang tidak terlalu banyak juga terjadi pada kucing betina secara periodik sesuai siklus reproduksi kucing.

· Kekurangan nutrisi :

Anak anjing atau kucing memerlukan makanan dengan kandungan protein minimal 30 %, sedangkan yang dewasa 25-30 %. Selain itu juga memerlukan berbagai vitamin dan nutrisi lain agar tetap sehat dan keadaan kulit dan rambut juga tetap optimal. Makanan hewan komersial yang relatif murah biasanya mempunyai kandungan protein yang rendah dan tidak mengandung berbagai vitamin dan nutrisi tambahan yang diperlukan kucing. Solusinya ganti atau campur dengan makanan yang lengkap dan seimbang nutrisinya (balanced & complete nutrition). Vitamin yang berhubungan erat dengan perkembangan bulu adalah vitamin A dan E.

· Kelebihan vitamin :

Sepertihalnya kekurangan vitamin, kelebihan vitamin juga dapat menyebabkan rambut rontok dan kulit kering, berkerak dan mengelupas.

· Suhu kandang/tempat tinggal terlalu panas :

Fungsi kulit dan rambut adalah untuk melindungi badan dari berbagai pengaruh lingkungan dan penyakit. Kulit dan rambut juga berusaha mengatur suhu tubuh dalam batas tertentu. Pada tempat beriklim dingin, rambut akan terangsang untuk tumbuh lebih tebal dan panjang karena berfungsi mencegah hilangnya panas dari tubuh. Sebaliknya kucing cenderung merontokkan rambutnya sendiri bila lingkungan tempat tinggalnya terlalu panas. Tempatkanlah kucing ditempat yang sejuk, kering dan bersih dengan sirkulasi udara yang lancar.

· Shampoo & Mandi :

Shampoo yang tidak sesuai untuk hewan baik dari segi kandungan dan derajat keasaman (pH) dapat menyebabkan kerontokan. Beberapa shampoo yang banyak busanya mempunyai kandungan deterjen yang cukup tinggi yang dapat mengiritasi kulit dan menyebabkan kerontokan rambut. Frekuensi mandi yang terlalu sering dapat mempengaruhi kelembaban normal kulit & rambut kucing atau anjing. Kelembaban yang berlebihan dapat menjadi tempat yang sesuai bagi berkembangnya jamur. Sebaliknya kelembaban yang rendah membuat kulit dan rambut kering dan rapuh. Pembilasan dan pengeringan yang sempurna juga dapat membuat kulit iritasi dan rambut rontok.

· Kutu/Pinjal (flea) :

Gigitan pinjal dapat menimbulkan kemerahan, bengkak dan radang ringan disekitar gigitan. Bila jumlahnya banyak, reaksi alergi dan radang pada kulit semakin meningkat, akibatnya akan mempertinggi resiko patah atau kerontokan rambut yang tumbuh di atas kulit tersebut

· Tungau (mites) :

Kebanyakan tungau hidup dengan menghisap cairan tubuh yang terdapat di kulit, sehingga akhirnya kulit mati dan kering akibat kekurangan cairan dan nutrisi. Tungau seperti Demodex dan Scabies sering menyerang anjing atau kucing. Mahluk ini hidup dan tinggal di bawah kulit dalam lubang dan terowongan yang digalinya sendiri. Reaksi alergi dan radang yang muncul juga dapat memperparah kerusakan kulit dan rambut serta menimbulkan bau yang sangat menyengat.

· Jamur (mold) :

Indonesia yang berada di daerah tropis dengan kelembaban tinggi merupakan daerah yang cocok bagi tumbuhnya berbagai jenis jamur. Rambut tebal dan panjang pada anjing atau kucing juga menciptakan tempat yang cocok bagi tumbuhnya jamur. Salah satu penyakit kulit yang sering disebut Ringworm juga disebabkan oleh jamur. Selain menyerang kucing dan anjing, penyakit ini juga dapat menyerang manusia dan menyebabkan gatal-gatal serta kemerahan pada kulit.

· Gangguan hormone :

Gangguan pada produksi beberapa hormon juga dapat mempengaruhi keadaan kulit dan rambut. Salah satu yang paling jelas adalah kebotakan yang bersifat simetris pada kedua sisi tubuh akibat gangguan pada hormon adrenal

· Alergi :

Alergi dapat disebabkan oleh berbagai hal seperti gigitan kutu, makanan, vaksin dan obat-obatan, rumput atau tanaman lain, plastik, dll. Pemecahan masalah alergi relatif mudah yaitu dengan pemberian antihistamin dan menghindarkan kontak dengan bahan penyebab alergi, yang sulit adalah mencari dan mengidentifikasi bahan penyebab alerginya.

· Obat-obatan :

Obat-obatan anti kanker pada saat menjalani kemoterapi juga dapat menyebabkan rambut rontok. Suntikan beberapa jenis obat dapat menyebabkan kerontokan disekitar tempat suntikan. Rambut biasanya akan tumbuh kembali setelah efek obat habis.

· Gangguan kekebalan :

Kerontokan Rambut juga terjadi pada beberapa penyakit gangguan kekebalan tubuh seperti autoimun.

Tanda-tanda Hewan Hamil atau Bunting

(khusus anjing dan kucing) :

Perubahan Fisik

· Bagian perut mulai membesar :

Perut hewan yang hamil mulai terlihat membesar pada umur kehamilan ± 5 minggu. Bagian perut ini akan terus membesar hingga mendekati saat melahirkan.

· Puting susu memerah dan membesar (pink) :

Salah satu tanda yang cukup signifikan adalah berubahnya puting susu. Pada kucing hamil, puting susu sedikit membengkak dan warnanya berubah kemerahan (pink)

· Keluar susu :

Air susu mulai diproduksi dan bisa dikeluarkan sekitar 3-2 minggu akhir masa kehamilan. Jadi bila puting susu dipencet dengan lembut dan terlihat ada cairan susu, kelahiran akan terjadi sekitar 2-3 minggu lagi.

· Bulu sekitar puting susu menipis.

Perubahan Tingkah Laku

· Muntah-muntah :

Pada beberapa kejadian (jarang) kucing hamil juga muntah-muntah, seperti manusia pada awal kehamilan. Segera hubungi dan konsultasikan hal ini dengan dokter hewan.

· Berhentinya siklus birahi secara tiba-tiba :

Siklus birahi (siklus estrus) kucing tergantung berbagai hal, salah satunya adalah musim. Bila setelah dikawinkan, birahi kucing berhenti secara tiba-tiba dan tidak minta kawin lagi, kemungkinan besar kehamilan terjadi.

· Peningkatan nafsu makan :

Hewan yang hamil memperlihatkan peningkatan nafsu makan. Tentunya peningkatan nafsu makan ini bertujuan memberikan nutrisi yang cukup bagi perkembangan ibu dan janinnya.

· Lebih lembut & mencari perhatian :

Beberapa hewan yang hamil mengalami perubahan tingkah laku seperti lebih tenang dan lembut. Selain itu mereka juga berusaha mencari perhatian lebih terhadap pemiliknya. Pada akhir masa kehamilan terlihat beberapa tingkah laku seperti gelisah dan lebih suka berada di tempat hangat dan tertutup

Memastikan Kehamilan

· Dokter hewan dapat membantu memastikan kehamilan hewan Anda. Orang yang berpengalaman dapat memastikan kehamilan dengan palpasi (perabaan) pada umur kehamilah 3-4 minggu.

· Alat alat seperti USG (ultrasonografi) dan Rontgen (X ray) dapat dipergunakan untuk memastikan kehamilan. USG dapat memastikan kehamilan setelah kandungan berumur minimal minggu. Detak jantung janin kucing baru bisa dideteksi setelah berumur 3 minggu.***

Merawat Anak Kucing Tanpa Induk

Ketika baru lahir, kita dapat melihat induk kucing akan menjilati anaknya. Hal ini dilakukan untuk membuka lapisan pembungkus janin. Aktifitas ini akan berlanjut dengan tujuan untuk menstimulasi supaya anaknya bangun, dan hal pertama yang akan dilakukan anak kucing adalah mencari putting susu induknya. Temperatur tubuh anak kucing yang baru lahir sulit diukur, karena tergantung pada kehangatan tubuh induknya. Temperatur rectal baru lahir biasanya sekitar 37 derajat celcius, kemudian meningkat menjadi 38 - 38,5 derajat celcius pada usia 7 minggu. Sangat baik untuk anak kucing diberi penghangat dengan temperatur 33 derajat celcius pada minggu pertama. Kemudian diturunkan sampai 30 derajat celcius pada minggu berikutnya, dan pada minggu yang ke-4 di turunkan lagi menjadi 26 – 28 derajat celcius.

Perawatan untuk anak kucing dan kucing dewasa sangat berbeda, terutama dalam hal makanannya. Perawatan untuk anak kucing membutuhkan waktu dan kesabaran yang luar biasa. Karena semua itu berguna untuk masa depan si kucing kelak. Merawat anak kucing hampir sama sulit dan repotnya dengan merawat bayi.

Biasanya setelah melahirkan, induk kucing akan berbaring disamping anak-anaknya, agar memudahkan bagi anak-anak kucing untuk menyusu pada induknya. Anak kucing akan menghisap colostrum yang mengandung antibodi dalam jumlah besar. Colostrum dapat diserap anak kucing selama 6 jam pertama dalam hidupnya. Antibodi tersebut melindungi anak kucing dari penyakit yang ada di lingkungan sekitarnya, tapi hanya untuk beberapa hari sampai beberapa minggu. Selain colostrum, air susu induk kucing juga mengandung antibodi. Oleh karena itu, jika anak kucing tidak mendapatkan colostrum, anak kucing harus diberi air susu induknya agar mendapatkan antibodi yang cukup.

Setelah lahir, saluran pencernaan anak kucing akan menyesuaikan untuk dapat menecerna air susu induknya. Air susu induk kucing kaya akan kandungan protein, lemak dan laktosa. Dengan bantuan enzim laktosa, anak kucing mampu mencerna laktosa. Secara berangsur-angsur kemampuan pencernaan anak kucing berubah sampai dewasa. Enzim laktosa kemudian menghilang, sehingga laktosa tidak dapat dicerna lagi. Laktosa yang tidak dapat dicerna akan dibawa dari usus halus menuju usus besar, dan mengalami proses fermentasi yang dilakukan oleh bakteri. Fermentasi ini dapat menyebabkan terjadinya diare. Sejalan dengan menurunnya kemampuan mencerna laktosa, anak kucing secara bertahap akan memperoleh enzim lain, yaitu enzim amylase yang mampu mencerna zat tepung. Protein juga sangat penting untuk menghasilkan kalori, yang dibutuhkan sejak awal kehidupan sampai kucing dewasa. Ini bisa diperoleh dari air susu dan makanannya. Kucing tidak dapat menyimpan protein di dalam tubuhnya, sehingga mereka membutuhkan protein dalam jumlah besar yang terkandung dalam makanannya. Induk kucing akan menyusui anaknya sampai umur 7 minggu. Namun pada umur 4 – 5 minggu, anak kucing sudah mulai mampu mencerna makanan kering. Pada saat itu anak kucing mulai mengurangi konsumsi susu induknya.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam merawat anak kucing:

  • Anak kucing yang berusia 10 – 12 minggu harus disapih (dihentikan mengkonsumsi susu induknya) secara penuh.
  • Berikan makanan dalam jumlah sedikit, karena anak kucing memiliki kapasitas perut yang kecil.
  • Anak kucing membutuhkan protein tinggi pada makanannya dua kali lebih banyak dari kucing dewasa.
  • Berikan makanan kering, selain lebih murah harganya, biasanya makanan kering lebih mudah disajikan. Makanan kering juga berguna untuk melatih gigi dan gusi anak kucing. Bisa juga anda berikan makanan segar sebagai tambahan dalam jumlah kecil. Seperti daging yang sudah dimasak, ikan, telur, hati dan keju.
  • Biasanya area sekitar mata dan bagian dalam telinga kucing akan sangat mudah terkena kotoran. Gunakanlah kapas basah untuk membersihkannya.
  • Apabila bulu-bulu lembutnya terkena noda, bersihkanlah dengan minyak zaitun.
  • Berikan pelatihan dasar padanya, seperti buang air seni dan kotoran di tempat yang sudah disediakan. Ajarkan untuk tidak menggaruk-garuk atau mencakar tempat duduk (mebel), datang jika namanya dipanggil dan sebagainya.
  • Periksakan kesehatan anak kucing secara rutin dan teratur ke dokter hewan, misalnya untuk memberikan vaksinasi.

Jika anak kucing tidak datang saat di panggil, jangan pernah menyeret atau menghukumnya. Lebih baik kita latih terus dengan memanggil namanya sampai dia datang. Jangan pernah memukulnya karena dapat merusak hubungan anda dengan anak kucing. Kalau anak kucing berbuat sesuatu yang salah, segera hentikan dengan cara mengalihkan perhatiannya dengan suara yang keras.

Menjaga Kesehatan Hewan Kesayangan

Ada kalanya hewan peliharaan kesayangan anda dapat mendatangkan ikatan emosional dengan pemiliknya. Ketika hewan tersebut sakit, hilang, atau mati, si pemilik akan mengalami duka yang mendalam. Bahkan anda bisa merasakan kasih sayang itu seperti menyayangi anak sendiri. Anda pasti jadi sedih dan khawatir kalau mereka sakit.

Peringatan penting untuk anda, berhati-hatilah memberi obat pada Hewan kesayangan anda. Kucing sangat sensitif dari pada anjing terhadap beberapa obat dan produk dalam rumah. Apabila hewan anda mengalami sakit ringan dan kita tidak sempat membawanya ke dokter hewan, maka kita harus cermat memilih obat yang aman untuk dikonsumsi oleh hewan kesayangan anda. Karena itu, biasakanlah ke dokter hewan secara rutin setiap bulannya untuk memeriksakan kesehatan kucing anda. Memang biayanya tidak kecil, tetapi itu demi kebaikan hewan peliharaan anda sendiri.

Sebaiknya obat yang dikonsumsi oleh kucing kesayangan anda tidak mengandung:

· Parasetamol karena dapat merusak ginjal kucing.

· Ibuprofen karena dapat merusak ginjal kucing.

· Dettol derivat fenol yang tidak bisa dieliminasi oleh kucing, sehingga dapat menimbulkan gejala muntah dan sesak nafas pada kucing.

· Gunasex karena dapat membuat kucing keracunan.

· Ethylene Glycol karena jika dicerna kucing dapat menyebabkan gagal ginjal apabila tidak secepatnya dirawat.

· Acetaminophen karena dapat merusak pencernaan kucing dan dapat menyebabkan kematian pada kucing.

Apabila hewan kesayangan anda sering mengkonsumsi tanaman atau tanah atau yang bukan makanannya, sebaiknya segera dihindari. Karena sebagian tanaman dapat menjadi racun bagi hewan kesayangan anda. Lebih baik anda memberikan cemilan atau biskuit untuk hewan kesayangan anda sebagai selingan makanannya.

Hewan kesayangan anda harus rutin diperiksa masalah kesehatan yang potensial. Hewan kesayangan anda juga cenderung mempunyai masalah yang hampir sama dengan manusia. Seperti kanker, penyakit ginjal, penyakit jantung dan sakit gigi merupakan hal yang biasa dialami kucing. Sebagai pemilik hewan, anda harus membantu menjaga kesehatannya dengan baik. Banyak hewan yang bersedia untuk di sikat giginya secara rutin oleh pemiliknya. Mereka juga harus diperiksa untuk melihat apakah ada parasit yang menyerangnya. Yang paling rentan adalah kutu telinga (earmites) atau kutu (flea). Meskipun ada yang tidak terlihat seperti beberapa jenis cacing usus yang bersarang di dalam perut hewan anda dan mengambil nutrisi yang berharga. Masalah seperti ini harus ditangani dengan obat yang efektif yang tersedia di pet shop. Hewan kesayangan anda yang diperbolehkan dan biasa keluar rumah akan cenderung kena parasit ini, walaupun parasit ini juga bisa berkembang di dalam rumah.

Disarankan bagi hewan untuk disterilkan. Pada hewan betina disebut spay atau steril, sedangkan hewan jantan disebut castrated atau dikebiri. Sterilisasi tidak hanya menolong dalam mengontrol anak hewan kesayangan anda terbengkalai, tetapi juga mengurangi resiko masalah yang berhubungan dengan sistem peternakan dan masalah perilaku yang berhubungan dengan lawan jenis. Pada hewan betina biasa dipanggil ratu (queen). Mereka umumnya mulai dewasa secara seksual antara 4 sampai 12 bulan. Hewan betina yang tidak disterilkan dapat menghasilkan anak sampai usia 8 tahun atau lebih. Hewan jantan biasanya menjadi subur ketika berusia 6 dan 8 bulan sampai berusia 14 tahun atau lebih. Kebanyakan dokter hewan menyarankan hewan disterilisasi ketika atau setelah 6 bulan, meskipun ada pertentangan dari beberapa individu tentang hal ini. Pemilik hewan kesayangan yang tertarik mengenai hal ini bisa langsung menanyakan kepada dokter hewannya.

Kucing harus di vaksinasi oleh dokter hewan, karena ada beberapa penyakit untuk kucing. Feline Rhinotracheitis, Calici Virus dan Panleukopenia (distemper) adalah penyakit yang mematikan bagi kucing. Penyakit ini disebabkan oleh virus yang mudah ditular dari kucing ke kucing. Beberapa virus dapat terbawa oleh pakaian pemilik kucing pada saat merawat kucing yang sedang sakit. Maka dari itu sangat penting untuk kucing (meskipun kucing dalam rumah) untuk di vaksinasi. Ada beberapa vaksin yang tersedia untuk kucing, misalnya rabies, untuk virus feline leukemia, dan felineperitonitis yang sering ditemukan pada kucing liar atau outdoor. Tapi bukan berarti kucing indoor tidak akan mengidap penyakit ini. Tidak ada perawatan efektif untuk penyakit ini dan harus dicegah. Sangat penting untuk para pemilik kucing menyadari bahwa ada banyak penyakit seperti feline immuno-deficiency virus infection, di mana pada saat kucing terkena penyakit ini, tidak ada vaksin atau obat yang tersedia (untuk saat ini).

Untuk anjing, vaksinasi dimulai pada umur 1,5 bulan. Untuk jenis vaksin, bias langsung dikonsultasikan dengan dokter hewan karena setiap daerah berbeda jenis vaksin tergantung dari tingkat penyebaran penyakit. Untuk daerah Bali dan Jawa, vaksin pertama dengan vaksin parvo aktif, dan vaksin kedua dengan vaksin distemper yang berselang 2 minggu dari vaksin pertama. Untuk vaksin lengkap dilakukan pada umur anjing 6 bulan. Sebaiknya anjing divaksin rutin satu tahun sekali.

Mengatasi Problema Perilaku Hewan Kesayangan

Pendahuluan.

Meskipun telah lama dipelihara terkadang perilaku hewan (anjing dan kucing), memperlihatkan perilaku-perilaku yang merugikan yang sulit diketahui sebab musababnya. Perilaku yang dimaksud antara lain; buang air besar/kecil di dalam rumah atau ditempat-tempat tertentu, menjilati siapapun yang datang atau apapun yang dijumpainya, merusak benda apapun yang dijumpai, membunuh hewan peliharaan yang lain yang lebih kecil.

Beberapa tahun belakangan ini banyak kucing atau anjing atau hewan peliharaan lainnya yang memiliki sifat atau perilaku yang buruk dieuthanasia (ditidurkan/suntik mati) karena membahayakan lingkungan dan pemiliknya.

Upaya-upaya untuk mengatasi perilaku ini mulai dilakukan yang masih melihat kasus per kasus secara individual. Namun secara professional mulai dipertanggungjawabkan secara ilmiah dalam rangka penaggulangan problem perilaku apalagi bilamana klien atau pemilik hewan berkonsultasi kepada seorang Dokter Hewan.

Riwayat Hewan Piaraan.

Dalam menggali sebab musabab timbulnya perilaku hewan peliharan yang merugikan atau membahayakan, maka perlu dilakukan pengumpulan data yang merupakan riwayat menyeluruh hewan tersebut merupakan tahap awal yang harus dilakukan. Hal ini butuh kesabaran dan ketelitian dari pemilik.

Di Indonesia, persepsi pemilik pada hewan kesayangannya masih sangat dangkal, bukan tidak jarang pemiliknya justru tidak tahu karena hubungan antara pemilik dan hewan kesayangannya renggang. Hal ini menjadi kesulitan yang sangat fatal dalam upaya mengatasi perilaku yang buruk.

Pengumpulan data harus terstruktur dan sistematis agar kenyataan-kenyataan penting tidak terlewatkan untuk dicatat, cukup fleksibel untuk mengembangkan suatu keterangan yang ditemukan. Hal ini harus dibantu oleh Dokter Hewan untuk mengarahkan pertanyan agar mudah dimengerti oleh pemilik hewan. Ada 3 hal utama mengenai informasi hewan peliharaan:

  1. Informasi mengenai pemilik dan perawatan serta lingkungan.
  2. Informasi mengenai hewan peliharaan.
  3. Informasi mengenai problema perilaku.

Pengisian data atau formulir tergantung pada:

  1. Waktu yang cukup dalam forum yang familiar.
  2. Sebanyak mungkin anggota keluarga yang berpartisipasi.
  3. Kesempatan untuk mengamati dan menyatakan pendapatnya.

Perilaku Hewan.

Perilaku (behavior) adalah perbuatan atau kegiatan sebagai manifestasi dari dorongan psikologik suatu individu. Karena itu perilaku secara umum dapat digolong-golongkan tetapi perilaku setiap spesies hewan sangat berbeda. Hal ini disebabkan karena kausalisnya sangatlah kompleks. Secara umum perilaku dipengaruhi oleh faktor-faktor antara lain:

  1. Faktor internal:
    1. Keturunan (genetic)
    2. Mengidap penyakit atau kelainan
    3. Ketidakseimbangan endokrin

  1. Faktor eksternal:

a. Habitat dan lingkungan

b. Makanan dan perilaku makan

c. Pendidikan dan latihan

d. Sosialisasi

Perilaku yang erat kaitannya dengan hubungan manusia-hewan, antara lain:

1. Perilaku agresif:

a. Agresif terhadap pemiliknya

b. Agresif terhadap hewan lain atau orang lain

c. Upaya mempertahankan diri atau pemiliknya (overprotective)

d. Membunuh yang lebih lemah (predator agresif)

e. Agresif karena dorongan seksual (sexual aggressivness)

2. Perilaku petualangan (unruly behavior):

a. Melarikan diri (flight)

b. Melompati pagar, pintu, kandang (escape)

c. Mengendus, menjilat dan menandai (marking)

3. Perilaku destruktif (merusak):

a. Mengigit-gigit (teething)

b. Menggali (soiling)

c. Mencakar (scratching)

4. Perilaku introvert:

a. Ketakutan (phobia)

b. Malu dan bersembunyi (freez)

c. Mengotori

d. Masturbasi

Untuk menguasai atau mengendalikan hewan yang agresif, tentunya butuh ketrampilan dan pembelajaran yang lebih lanjut atau bisa dikonsultasikan dengan Dokter Hewan.

Pertanyaan Standar Tentang Perilaku Hewan Peliharaan

Riwayat Perilaku Hewan

Pemilik Hewan : ……………………………..

Alamat : ……………………………..

Telp. : ……………………………..

INFORMASI UMUM

Nama Hewan : ………………………….

Jenis : Anjing / Kucing / …………….

Jenis Kelamin : ………………………….

Bangsa/ras : ………………………….

Riwayat Operasi :

- OH : …………… Tgl ……………. Pada umur …………….

- Kastrasi : …………… Tgl ……………. Pada umur …………….

- Lainnya : …………… Tgl ……………. Pada umur …………….

Dari mana mendapatkan hewan ini: liar, petshop, yayasan, dan lainnya ……....…

….…………….. Pada umur………………….

Tujuan pemeliharaan hewan ini: teman, penjaga, pembiakan, show, dan lainnya……..

Hewan tinggal di dalam rumah ………..(%) Di luar ………..(%)

Apakah hewan sendirian sepanjang hari: Ya / Tidak dan berapa lama ……….

Di mana hewan tinggal (ditempatkan) ketika:

  • Siang hari …………………………………………..
  • Malam hari …………………………………………
  • Bila sedang sendirian (ditingal) ……………………
  • Bila ada tamu ………………………………………

Ceritakan secara singkat personality (kepribadian) hewan: ………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

Ceritakan perilaku hewan Anda ketika:

  • Sebelum Anda berangkat (pergi) ………………………………………………
  • Setelah Anda kembali ………………………………………………………….

Makanan : …………….% kering Asal makanan: …………….

……………% kaleng Asal makanan ……………..

……………% tablet Makanan tambahan ……….

Jam berapa diberi makan …………………….Siapa yang memberi makan ……………

Pengobatan yang pernah diterima atau sedang diterima …………………………………...

………………………………………………………………………………………………

Mempunyai mainan atau macam mainan untuk bermain ………………………………….

Apakah biasa bebas pergi ke tetangga …………………….Keseringan …………………..

Pernahkah hewan mendapat pelatihan ……………

Jenis latihan yang diberikan ………………………

Berapa lama ………………………………………

Kemampuan yang dilatih …………………………

Perintah yang dituntut oleh hewan Anda …………………….

Bergaul dengan hewan lain …………………………………..

Orang lain ……………………………………………………

Reaksi hewan Anda jika ada tamu …………………………..

PROBLEMA PERILAKU

Ceritakan problema perilaku hewan Anda …………………………………………………

………………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………………

Kapan problema tersebut mulai muncul …………………………………………………...

Situasi yang menyebabkan problema perilaku itu muncul:


Selalu

Biasanya

Jarang

Tidak Pernah

Problema timbul





Bila hewan ditinggal sendirian





Anggota keluarga ada





Malam hari ketika keluarga tidur





Perilaku timbul …………./hari; ………/minggu; …………/bulan; ……………/tahun

Apakah ada perubahan keseringannya, mohon diceritakan ………………………………..

………………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………………

Upaya yang pernah dilakukan ……………………………………………………………...

………………………………………………………………………………………………

Bagaimana hasilnya ………………………………………………………………………..

………………………………………………………………………………………………

Apakah ada perubahan lingkungan yang berarti sebelum problema itu muncul:

Pindah / renovasi rumah……. ……………………

Jadwal keluarga yang berubah ……………………

Dititipkan …………………………………………

Ada penghuni baru……………………………….

Ganti makanan……………………………………

Tempat buangan diganti / pindah.………………..

Lain-lain …………………………………………

Ceritakan adakah perilaku lainnya, seperti: menggigit, tingkah makan, perilaku seksual, pemalu, makan feses, cara berjalan, agresif, bermain-main, melompat, galak/judes, grooming, menggali, makan bukan bahan makanan, penidur, berkelahi, minggat, dan lainnya:

………………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………………

Ceritakan apakah ada situasi khas yang memancing perilaku agresif, seperti: mengeram, disusu, gigitan, serangan, disekati hewan lain / anak-anak, ada mobil, dipegang, dihukum, diambil mainannya / makanannya, diganggu ketika tidur, dan lain-lain:

………………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………………

Bila hewan Anda berperilaku agresif, ceritakan 2-3 peristiwa terakhir yang menyebabkan celaka atau hal-hal lain yang berkaitan:

………………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………………

Makanan Anak Hewan Yang Baru Lahir

Anak hewan lahir dalam keadaan mata tertutup dan belum mampu mendengar, namun daya cium dan rasa telah berfungsi sempurna. Anak hewan harus diberi makan dalam 12 jam setelah lahir untuk menghindari hypoglycaemia (glikogen dalam darah rendah) dan hypothermia (suhu tubuh rendah). Kita akan lebih membahas untuk anjing dan kucing.

Susu Induk :

Susu induk mempunyai komposisi yang bervariasi selama periode menyusui. Selama 9 minggu pertama laktasi, kandungan laktose hampir konstan, akan tetapi terjadi perubahan pada lemak dan kandungan protein, dimana kandungan protein meningkat dari 6,5% menjadi lebih dari 10%.

Makanan Buatan :

Pada beberapa kondisi dimana anak induk tidak mendapatkan susu yang maksimal dari induk, misalnya karena jumlah anak pada satu kelahiran yang cukup banyak, atau induk yang tidak dapat menyusui dikarenakan sakit ataupun mati, anak kucing memerlukan makanan buatan.

Bahan yang diperlukan adalah:

· 20 g susu skim

· 90 ml air matang

· 10 ml minyak ikan

· 50-80 µg vitamin A


Berikut ini adalah dosis dan frekuensi makanan yang diberikan:

· Umur 1 minggu: makanan berupa campuran susu dalam botol, diberikan 12-9 kali/ hari dengan volume susu 2-7 ml. Kalori yang dibutuhkan adalah 40-80kal/ hari. Berat badan ideal yang diharapkan pada umur ini adalah 100-200g.

· Umur 2 minggu: makanan berupa campuran susu dalam botol, diberikan 9 kali/ hari dengan volume susu 7-9 ml. Kalori yang dibutuhkan adalah 80-100kal/ hari. Berat badan ideal yang diharapkan pada umur ini adalah 200-300g.

· Umur 3 minggu: makanan berupa campuran susu dalam botol, diberikan 9 kali/ hari dengan volume susu 10 ml. Kalori yang dibutuhkan adalah 112kal/ hari. Berat badan ideal yang diharapkan pada umur ini adalah 300-350g.

· Umur 4 minggu: makanan berupa campuran susu dalam botol, diberikan 12-9 kali/ hari dengan volume susu 10 ml. Kalori yang dibutuhkan adalah 115kal/ hari. Berat badan ideal yang diharapkan pada umur ini adalah 350-400g.

· Setelah umur 4 minggu, dapat mulai dilakukan pengenalan terhadap makanan padat. Berikut ini adalah dosis dan frekwensi makanan yang diberikan:

· Umur 5 minggu: pemberian makanan berupa campuran susu dalam botol mulai dikurangi, dan mulai diberikan makanan setengah padat. Frekwensi makanan diberikan 7 kali dalam sehari. Kebutuhan kalori per hari adalah 120, dengan berat badan ideal yang diharapkan adalah 400-500g.

· Umur 6 minggu: pemberian makanan berupa susu diberikan pada mangkuk dan mulai diberikan makanan padat. Frekwensi makanan diberikan 6 kali dalam sehari. Kebutuhan kalori per hari adalah 125, dengan berat badan ideal yang diharapkan adalah 450-600g.

· Umur 7 minggu: dilakukan penyapihan susu, dan diberikan makanan padat. Frekwensi makanan diberikan 3 kali dalam sehari. Kebutuhan kalori per hari adalah 130, dengan berat badan ideal yang diharapkan adalah 550-700g.